"Bikinin aku Milo dong!" ujarnya di suatu malam.
"Duh, aku ga pernah bikin susu buat orang. Ga yakin enak loh," sahutku ragu.
"Wah, jadi aku orang pertama yang kamu bikinin Milo dong!"
"Kamu yakin?"
"Udah, bikinin aja" katanya sambil matanya tetap melekat di layar laptop.
Mulai menuju dapur. Milo pun kucari, ketemu. Gulanya? Nah itu dia, di sebelah meja dekat lemari es.
Kuambil gelas kuning bercorak bunga warna warni yang ukurannya lumayan besar.
Lalu, kumasukkan serbuk-serbuk coklat itu.
Ragu. Soalnya aku ga pernah bikinin susu buat orang. Bikin teh manis aja suka ga enak. Enakan teh bikinan si Mama.
"Gulanya berapa sendok ya?" ujarku kecil.
"Hah? Apa?" balasnya.
"Eh, nggak kok. Cuma bingung aja, takut kemanisan."
Milo produksi Singapore itu nggak seenak Milo produksi Indonesia. Gak manis.
"Hmm.. Dua setengah sendok aja deh," kataku dalam hati sambil mengambil gula dari sendok teh.
Tuang air panasnya, tambahin air biasa sedikit.
Aduk..
Aduk..
Duh..
"Nih, cobain. Perdana! Haha.."
"Wih, asik.."
glekkkk.. glekkkk..
Diam, kami berdua.
Yang satu minum Milo perdana, yang satu lagi ngeliatin, penasaran bakal direspon apa.
Eh, dia senyum.
"Enak."
"Hah?! Serius kamu?"
"Iya, enak."
"Bikinnya pake hati sih. Hehe"
"Lain kali, bikinnya pake hati lagi yah!"
"Iya, aku sayang kamu."
Ups, yang terakhir dia nggak tau kok. Dalam hati. :)